-->

Notification

×

Iklan

Antrean BBM di Sumut Alarm Lemahnya Antisipasi Negara Hadapi Isu Global

Jumat, 06 Maret 2026 | Maret 06, 2026 WIB Last Updated 2026-03-06T11:00:57Z
Antrian panjang di dalah satu SPBU di Kota Medan dampak isu global yang dipicu isu konflik di Timur Tengah harus menjadi alarm serius bagi pemerintah dalam mengelola isu strategis yang berdampak langsung pada masyarakat.

Metro7news.com|Medan - Wakil Ketua Pemuda Muhammadiyah Sumatera Utara, Seftian Eko Pranata, menilai fenomena antrean panjang BBM di sejumlah SPBU di Sumatera Utara yang dipicu isu konflik di Timur Tengah harus menjadi alarm serius bagi pemerintah dalam mengelola isu strategis yang berdampak langsung pada masyarakat.


Menurut Seftian, kepanikan publik yang terjadi saat ini menunjukkan bahwa negara belum cukup sigap mengantisipasi dampak psikologis dari isu global terhadap masyarakat di daerah.  


Ketika konflik geopolitik berkembang dan ikon memunculkan kekhawatiran terhadap pasokan energi, masyarakat membutuhkan kepastian informasi yang cepat, jelas, dan dapat dipercaya.


“Antrian panjang BBM di Sumatera Utara bukan sekadar persoalan distribusi energi, tetapi juga cerminan lemahnya antisipasi komunikasi negara dalam merespons isu global yang sensitif. Ketika ruang informasi tidak segera diisi oleh penjelasan resmi, maka rumor dan spekulasi akan mengambil alih dan memicu kepanikan publik,” ujar Seftian, Jumat (06/03/2026) di Medan.


Ia menilai fenomena panic buying yang terjadi di sejumlah SPBU pada akhirnya hanya akan menciptakan kelangkaan semu di tingkat distribusi. Padahal, jika pemerintah sejak awal menyampaikan kondisi stok dan kesiapan distribusi BBM secara terbuka kepada publik, kepanikan seperti ini dapat diminimalkan.


Seftian juga mengingatkan bahwa sektor energi merupakan sektor strategis yang sangat rentan terhadap gejolak geopolitik global. Oleh karena itu, pemerintah harus memiliki sistem komunikasi krisis yang lebih responsif agar masyarakat tidak terus-menerus berada dalam ketidakpastian setiap kali muncul isu internasional.


“Kita tidak bisa terus membiarkan masyarakat menghadapi situasi seperti ini setiap kali muncul isu global. Negara harus hadir lebih cepat memberikan kepastian, sehingga masyarakat tidak bereaksi berdasarkan ketakutan, tetapi berdasarkan informasi yang valid,” tegasnya.


Pemuda Muhammadiyah Sumatera Utara mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan. Ia juga berharap pemerintah segera memastikan distribusi energi berjalan normal serta memperkuat komunikasi publik agar stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat tetap terjaga.


(fitri)

×
Berita Terbaru Update