-->

Notification

×

Iklan

Pemkab Asahan Ikuti Apel Gelar Pasukan Operasi Kewilayahan Ketupat Toba 2026

Jumat, 13 Maret 2026 | Maret 13, 2026 WIB Last Updated 2026-03-13T15:11:07Z
Kapolres Asahan menyematkan pita operasi kepada personel pada Apel Gelar Pasukan Operasi Kewilayahan Kepolisian Ketupat Toba 2026 yang dilaksanakan di Mapolres Asahan, Kamis (12/03/2026).

Metro7news.com|Asahan - Dalam rangka pelayanan perayaan Idul Fitri 1447 H, Pemkab Asahan ikuti Apel Gelar Pasukan Operasi Kewilayahan Kepolisian Ketupat Toba 2026 yang dilaksanakan di Mapolres Asahan, Kamis (12/03/2026).


Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Toba 2026 yang mengusung tema "Mudik Aman Keluarga Bahagia" tersebut dimulai pada pukul 16:28 WIB dan dihadiri oleh Wakil Bupati, Rianto, SH., MAP, Ketua DPRD, Dandim 0208/AS, Dan Lanal TBA, Polisi Militer, mewakili PN Kisaran, Brimob Kompi 3 Poldasu, perwakilan Jasa Raharja, peserta upacara dan para undangan.


Kapolres Asahan, AKBP Revi Nurvelani, SH., SIK., MH, bertindak sebagai pimpinan apel dan terlihat memeriksa pasukan serta menyematkan pita kepada perseta apel.



Dalam amanatnya, Kapolres Asahan membacakan pidato Kapolri Jenderal Polisi Listio Sigit Prabowo yang menyatakan, bahwa operasi ini dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia.


Operasi Kewilayahan Kepolisian dengan sandi Ketupat Toba 2026 merupakan wujud komitmen dan sinergitas lintas sektoral dalam rangka menyukseskan Operasi Ketupat 2026 sehingga pelaksanaan mudik dan perayaan hari Raya Idul Fitri 1447 H dapat berjalan dengan aman, nyaman, tertib dan lancar.


Dalam pidatonya, Kapolri juga menyinggung beberapa hal, diantaranya, situasi keamanan global dan efek perekonomian yang terimbas akibat perang di Timur Tengah. Gejolak harga minyak dunia dan kaitannya terhadap nilai tukar rupiah serta langkah strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas nasional.


Data yang dirilis oleh Kemenhub RI menunjukkan potensi pergerakan masyarakat pada Lebaran tahun 2026 akan mencapai 143,9 juta orang atau turun sebesar 1,75% yaitu 2,5 juta orang,  dibandingkan tahun 2025 mencapai 146,4 juta orang.


Operasi terpusat dengan sandi Ketupat 2026 akan berlangsung selama 13 hari, yang dimulai pada tanggal 13 sampai dengan 25 Maret 2026 dengan melibatkan 161.243 personel gabungan.


Berdasarkan hasil lintas sektoral puncak arus mudik dan arus balik diprediksi terjadi dua gelombang di mana puncak arus mudik diprediksi terjadi pada tanggal 14 sampai dengan 15 Maret 2026 dan 18-19 Maret 2026 sementara itu puncak arus balik diprediksi terjadi pada 24-25 Maret 2026 dan 2028-29 Maret 2026.


Selain itu, Polri telah menyiapkan 2.746 pos dan terdiri dari 1624 Pospam, 779 Posyandu serta 343 pos terpadu sebagai pusat informasi dan pelayanan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan.


Pengamanan juga akan difokuskan terhadap 185.607 objek berupa masjid, lokasi salat idul Fitri, objek wisata, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, stasiun kereta api dan bandara.


Kepada media, Kapolres Asahan mengatakan, dalam rangka pelaksanaan Operasi Ketupat Toba 2026, Polres Asahan telah menyiapkan 8 pos, diantaranya 1 pos terpadu dan 1 pos pelayanan. Polres Asahan juga menurunkan 199 personel ditambah dari stakeholder lainnya.


Kapolres Asahan juga mengimbau kepada masyarakat yang akan mudik, dapat menitipkan kenderaan roda dua atau sepeda motor di Mapolres Asahan. 


"Kepada masyarakat yang ingin menitipkan sepeda motor selama mudik, silahkan dititip ke Mapolres maupun Mapolsek jajaran Polres Asahan. Ini gratis dan tidak dipungut biaya apapun," ucapnya. 


(dt)

×
Berita Terbaru Update