-->

Notification

×

Iklan

Aktivitas Vulkanik Gunung Sorik Marapi Meningkat, Warga Diimbau Untuk Waspada

Sabtu, 04 April 2026 | April 04, 2026 WIB Last Updated 2026-04-04T03:36:20Z
Gunung Sorik Marapi di Desa Sibanggor Julu Kecamatan Puncak Sorik Marapi Kabupaten Madina, Sabtu (04/04/2026).


Metro7news.com|Madina - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) resmi menaikkan status aktivitas Gunung Sorik Marapi, Kabupaten Mandailing Natal, dari Level I (normal) menjadi Level II (waspada). Kenaikan status ini berlaku efektif sejak Jumat (03/04/2026) pukul 21.00 WIB.


Keputusan diambil menyusul peningkatan aktivitas kegempaan yang signifikan, yang mengindikasikan adanya migrasi magma dari kedalaman menuju permukaan. Kondisi ini berpotensi memicu erupsi freatik maupun semburan lumpur.


Berdasarkan data resmi Plt Kepala Badan Geologi, Dr. Lana Saria, tercatat lonjakan gempa yang cukup tajam. Dalam dua hari terakhir terjadi 115 kali gempa vulkanik dalam (VA) dan 4 kali gempa terasa. Hingga pukul 18.00 WIB, terekam kembali 49 kali gempa vulkanik dalam dengan intensitas hingga Skala IV MMI.


Menanggapi hal tersebut, Bupati Mandailing Natal, H. Saipullah Nasution, langsung menginstruksikan jajarannya untuk menyebarluaskan informasi ini ke seluruh wilayah terdampak.


“Kami telah menginstruksikan jajaran untuk meneruskan imbauan tersebut kepada seluruh lapisan masyarakat guna meningkatkan kewaspadaan bersama,” ujar Camat Puncak Sorik Marapi, Yanjahudin, Sabtu (04/04/2026).


Sehubungan dengan status waspada ini, pemerintah mengeluarkan sejumlah rekomendasi penting. Masyarakat dan wisatawan dilarang keras melakukan aktivitas dalam radius 1.500 meter dari pusat kawah utama.


Selain itu, area kawah Sibanggor Tonga dan kawah Sibanggor Julu harus segera dikosongkan untuk menghindari potensi bahaya gas beracun dan semburan lumpur yang bisa terjadi tiba-tiba.


“Semua pihak diminta menjaga situasi kondusif dan tidak menyebarkan berita bohong (hoax). Percayalah hanya pada informasi resmi melalui Website Magma Indonesia atau kanal resmi Badan Geologi,” tegasnya.


Sementara itu, pantauan wartawan di lapangan pada Sabtu pagi, aktivitas warga di sejumlah desa di lereng gunung masih berjalan seperti biasa dan belum ada warga yang mengungsi. Namun, sebagian besar warga mengaku belum mengetahui informasi perubahan status gunung tersebut.


(MSU)

×
Berita Terbaru Update