-->

Notification

×

Iklan

Perjalanan Karir Asrul Assani dari Staf di Aceh Singkil hingga Menjabat Sekda Kota Subulussalam

Rabu, 17 Juni 2026 | Juni 17, 2026 WIB Last Updated 2026-06-17T12:21:16Z

Sekda Kota Subulussalam yang baru dilantik (baju hitam) Asrul Assani, SE., M.Si bersama istrinya di suatu kegiatan.

Metro7news.com|Subulussalam - Perjalanan panjang karir Asrul Assani, S.E., M.Si., meniti karir mulai dari staf di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil hingga menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Subulussalam. Rabu/17/6/2026,


Dia resmi dilantik menjadi Sekda definitif oleh Wali Kota Subulussalam, H. Rasyid Bancin, pada 15 Juni 2026 kemarin di Aula Pendopo Wali Kota Subulussalam.


Rano Sartono, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPKSDM) Kota Subulussalam mengatakan, pelantikan tersebut berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Aceh Nomor: PEG.821.22/40/2026 tertanggal 19 Mei 2026, serta rekomendasi BKN. 


Sebelumnya, Asrul Assani menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Sekda sejak pertengahan Maret 2026.


Di momen pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan kemarin, dia menceritakan awal pengabdian diri sebagai pegawai negeri di Lingukungan Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil.


"Penghormatan besar kepada saya yang dilantik oleh bapak wali kota menjadi Sekda Kota Subulussalam dan merupakan suatu kepercayaan yang tidak main-main terhadap saya," kata Asrul Assani, S.E., M.Si.


Dia mengisahkan awal mula meniti karir sebagai ASN di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil. 


Menjadi staf dan Kasi di Dinas Pendapatan serta sebagai Kabid (Kepala Bidang) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Aceh Singkil.


Kemudian, sejak lahirnya Pemko Subulussalam mekar dari Kabupaten Aceh Singkil, Asrul Assani mengemban berbagai jabatan penting.


Menjadi Sekretaris Bappeda, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) dan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPPTSP) Kota Subulussalam.


Menjadi staf ahli di sekretariat dan Asisten I Pemerintah  Kota Subulussalam. Saat ini, di era Pemerintahan H. Rasyid Bancin-Nasir Kombih (Rabbani) dirinya diberikan amanah mengemban jabatan sebagai Sekda Kota Subulussalam.


"Terimakasih atas kepercayaan telah diberi amanah menjadi Sekda Kota Subulussalam," ujarnya.


Sebagai Sekda, ia mengatakan lanskap dan atmosfer dari sisi anggaran, politis dan ekonomi menyesuaikan dengan visi-misi kepala dan wakil kepala daerah dan menjalin komunikasi dengan seluruh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).


Wali Kota Subulusssalam, H.Rasyid Bancin menekankan pentingnya peningkatan pelayanan publik, reformasi birokrasi, serta penguatan koordinasi Forkopimda dan antar daerah. 


Di tengah keterbatasan anggaran, pengelolaan yang menyentuh langsung masyarakat menjadi prioritas utama.


HRB panggilan akrab H. Rasyid Bancin mengatakan, pelantikan Asrul sebagai Sekda bukan hanya sekedar pengisian jabatan dalam struktur pemerintahan.  


Lebih dari itu ia mengatakan, bahwa pelantikan tersebut untuk memperkuat birokrasi, meningkatkan kualitas pelayanan publik dan mengakselerasi pencapaian tujuan pembangunan daerah. 


"Karena demikian, pelantikan ini bukan hanya pelantikan seorang Sekda. Tapi tentang penugasan seorang pemimpin birokrasi," kata H.Rasyid Bancin.


Dia menyebutkan bahwa, Sekda adalah kepala pemerintahan. Sedangkan wali kota dan wakil wali kota sebagai kepala daerah. 


"Untuk itu, kami memohon Sekda bertanggungjawab yang memastikan seluruh roda pemerintahan berjalan efektif, profesional, disiplin dan selaras dengan visi-misi pembangunan Kota Subulusssalam," kata HRB. 


Dia mengungkap, jabatan Sekda memiliki posisi yang sangat strategis. Tidak hanya sebagai koordinator perangkat daerah, tetapi sebagai penggerak utama. 


Sebab itu, Wali Kota Subulussalam berharap agar sekretaris daerah segera melakukan konsolidasi dan memperkuat koordinasi antar perangkat daerah serta membangun budaya kerja yang berorientasi pada kinerja dan hasil.


Wali kota juga membawa kabar baik terkait proyek Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) senilai Rp560 miliar yang siap dibangun di Subulussalam melalui kementerian PUPR.


(Amdan Harahap)

×
Berita Terbaru Update