Proyek Revitalisasi UPTD SPF SMP Negeri 4 Singkil senilai Rp 2.814.000.000 dari APBN 2026 disorot. Pantauan di lapangan, pekerja tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) saat beraktivitas.
Berdasarkan papan pengumuman, proyek ini dikelola P2SP SMPN 4 Singkil. Suhardi S, http://S.Pd selaku Kepala Sekolah merangkap Penanggung Jawab, dan Firmansyah A Damawi, S.Pd sebagai Ketua P2SP.
Ruang lingkup pekerjaan meliputi rehab ruang kelas, laboratorium IPA, lab komputer, perpustakaan, musholla, aula hingga kantin sehat.
Dalam pantauan Rabu (30/7/2026), para pekerja tidak terlihat memakai helm, rompi, maupun sepatu safety. Padahal penggunaan APD wajib sesuai UU No 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja.
Saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Rabu (30/7/2026), Kepala Sekolah Suhardi S, http://S.Pd membenarkan adanya proyek tersebut.
Beliau menjelaskan bahwa Ketua P2SP, Firmansyah A Damawi, http://S.Pd saat ini sedang sakit sehingga tidak masuk sekolah.
Terkait tidak digunakannya APD oleh pekerja, Suhardi menyatakan agar hal tersebut langsung dikonfirmasi kepada pekerja yang bersangkutan.
"Tanya saja langsung sama pekerja kenapa tidak dipakai. Karena bukan saya yang pakai. Untuk apa dibeli kalau tidak dipakai, mubazir saja," ujar Suhardi.
Dengan anggaran 2,8 Miliar dari APBN, diharapkan pihak pelaksana tetap mengutamakan keselamatan kerja. Redaksi berharap ada evaluasi dan pengawasan ketat agar tidak terjadi kecelakaan kerja di lokasi proyek. (Muhlis Cibro)



