*Ketum MUP Sampaikan Bela Sungkawa*
| Foto Ketua Medan Utara Pers (MUP) Syahril Efendi Damanik sampaikan bela sungkawa kepada keluarga korban banjir Rob. ( Sumber Dedi Tanjung ) |
Metro7news.com, Belawan -Banjir akibat air pasang biasa disebut dengan banjir Rob, kembali melanda Kecamatan Medan Belawan selama lima hari berturut-turut dalam minggu ini. Akibatnya hampir diseluruh Kecamatan tersebut tergenang oleh air pasang. Kondisi ini telah berlangsung selama bertahun-tahun, namun hingga saat ini belum juga ada solusi yang berarti dari pemerintah, khususnya Pemko Medan.
Seorang balita bernama Rania yang berusia 1 tahun 7 bulan, anak dari pasangan Afrianto dan Ernita, warga Jalan Kenanga lingkungan XIX Pajak Baru, Kelurahan Belawan Bahagia, Kecamatan Medan Belawan, telah menjadi korban akibat tenggelam di luapan banjir rob yang melanda kawasan pemukiman tersebut, pada Sabtu (6/11/2021).
Menurut keterangan yang berhasil dihimpun oleh awak media ini, Rania bocah malang tersebut terjatuh dari teras rumahnya pada sekira pukul 14.00 Sabtu kemarin. Disaat terjatuh, ayah dan ibu korban sedang berusaha menguras air yang tergenang dari dalam rumahnya.
Akibatnya Rania tak terlihat, lalu setelah dilakukan pencarian, akhirnya Rania ditemukan di kolong rumahnya dengan keadaan telah tewas. Seketika jerit histeris dari seluruh keluarganya pun pecah pada siang itu. Kejadian tewasnya Rania menjadi perbincangan hangat ditengah masyarakat Belawan dan sekitarnya.
Menanggapi musibah yang menimpa Rania, Ketua Umum Medan Utara Pers (MUP) Syahril Efendi Damanik kepada wartawan media ini, pada Minggu (7/11/2021) mengatakan segenap unsur pengurus dan jajaran MUP mengucapkan turut berbela sungkawa yang sedalamnya atas musibah yang merenggut nyawa Rania.
" Kepada keluarga korban, hendaknya dapat tabah dan bersabar dalam melepas kepergian Rania. Mudah-mudahan Rania menjadi anak penghuni surga", ucap Syahril.
Syahril menambahkan banjir Rob yang melanda kawasan Belawan ini jelas terjadi dikarenakan hilangnya lahan kosong penampung air pasang. Menurutnya selama dua dekade belakangan ini telah dialih fungsikan menjadi berbagai keperluan, seperti depo container yang berdiri dibeberapa titik disepanjang kawasan ini.
Pemerintah, khususnya Pemko Medan terkesan hanya bisa diam dan menonton keadaan ini selama bertahun-tahun lamanya.
" Hingga saat ini, belum ada solusi yang berarti untuk menanggulangi parahnya ketinggian banjir rob ini. Saya kira, dalam lima tahun ke depan, Belawan akan semakin tenggelam", tutupnya. (DST)