
Kondisi Ujung Jalan Masjid, Kelurahan Sirantau, Kecamatan Datuk Bandar Kota Tanjung Balai mirip kolam renang. (Foto : Dst7)
Metro7news.com | Tanjung Balai - Kondisi jalan yang tergenang air selama bertahun-tahun lamanya memang dapat membuat geram warga. Seperti yang terjadi di Jalan Masjid, Kelurahan Sirantau, Kecamatan Datuk Bandar Kota Tanjung Balai.
Pasalnya warga di sekitar lingkungan tersebut telah bertahun merasakan ketidaknyaman atas kondisi jalan yang ada dihadapan mata mereka. Tepatnya di ujung Jalan Masjid, Kelurahan Sirantau yang berdekatan dengan Masjid Nurul Jalal, kondisinya saat ini begitu memprihatinkan.
Amatan awak media dilapangan, ujung Jalan Masjid yang menembus ke Jalan PAM Tanjung Balai dipenuhi sampah dan genangan air, dengan ketinggian selutut kaki orang dewasa. Sehingga tak ada seorang pun yang dapat menggunakan akses jalan tersebut.
Anehnya, selama bertahun-tahun kondisi tersebut terus saja tak berubah sama sekali. Mayoritas warga setempat menduga bahwa pihak Pemko Tanjung Balai melalui Dinas PU nya memang telah buta dan tak dapat melihat seperti apa kondisi jalan tersebut.
RH (31) salah seorang warga Jalan Masjid, Kelurahan Sirantau, Kecamatan Datuk Bandar, Rabu (22/06/2022) kepada awak media ini mengatakan, bahwa saat ini telah terjadi stagnan di Pemerintahan Kota Tanjung Balai, sehingga buruknya kondisi infrastruktur tak lagi dapat diperhatikan oleh Pemko Tanjung Balai, khususnya Dinas PU Kota Tanjung Balai.
"Sudah sekian tahun kondisi jalan seperti kubangan kerbau atau kolam ikan ini kami rasakan begitu mengganggu kenyamanan kami sebagai warga disini Bang. Tapi Pemko Tanjung Balai hingga kini belum juga melakukan upaya perbaikan terhadap jalan tersebut," bebernya.
Ditambahkannya, bahwa ada puluhan bahkan ratusan warga di sekitar jalan tersebut yang harus rela berputar dan mengelilingi jalan untuk menghindari genangan air yang berada di ujung Jalan Masjid agar dapat sampai menuju ke Masjid Nurul Jalal untuk melaksanakan sholat.
Diperparah lagi dengan kondisi hancurnya drainase, datangnya curah hujan dan banjir pasang rob menyulitkan warga untuk menggunakan jalan tersebut.
"Masak sich Dinas PU Kota Tanjung Balai ini tidak mengetahui bagaimana kondisi permukaan badan jalan yang sama sekali tak dapat dilalui manusia Bang. Anehnya lagi, tepatnya kurang lebih 50 meter sebelum mendapatkan simpang Jalan PAM, ada seonggok batu besar menutupi drainase disana," ungkap RH dengan kesal.
Yang katanya, posisi baru tersebut sangat tinggi dari permukaan badan jalan, menyebabkan jalan ini tak dapat dilalui. Pokoknya ngeri lah Bang, kota kami saat ini. Kami minta Dinas PU jangan tidur lah.
Menanggapi hal diatas, awak media ini mencoba menghubungi Kepala Dinas PU Kota Tanjung Balai melalui WhatsApp, sayangnya yang bersangkutan belum menjawab.
(Dst7)