-->

Notification

×

Iklan


Rehab Kamar Mandi di SD Negeri 104208, Belum Selesai Sudah Ditinggalkan

Senin, 02 Februari 2026 | Februari 02, 2026 WIB Last Updated 2026-02-02T08:33:14Z
Kamar mandi di SD Negeri 104208 Cinta Rakyat, Kecamatan Percut Sei Tuan, yang belum selesai sudah ditinggal pergi pemborongnya.

Metro7news.com|Percut Sei Tuan - Pekerjaan rehabilitasi Mandi Cuci Kakus (MCK) si Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang menuai sorotan dari kalangan media. Pasalnya, banyak pekerjaan yang tidak sesuai ekspektasi dari pihak sekolah.


Seperti di SD Negeri 104208 Cinta Rakyat, Kecamatan Percut Sei Tuan, pengrehapan kamar mandinya belum selesai sudah ditinggalkan pemborongnya. 


Saat disambangi wartawan, Senin (02/02/2026), terlihat kondisi kamar mandi berantakan, artinya pekerjaan itu belum selesai sudah tinggalkan.


Kondisi kamar mandi di SD Negeri 101980 Cinta Rakyat, Kecamatan Percut Sei Tuan yang tidak selesai.

Menurut keterangan pihak sekolah, sebelum di bongkar, kondisi kamar mandi tersebut bagus, setelah dilakukan pembongkaran, sayangnya pihak pemborong tidak lagi memasang atap sengnya lagi, hanya  melakukan pemasangan lantai keramik dan pintu, itupun hanya satu. Satunya lagi tidak ada.


"Kecewa kami bang, pekerjaannya asal jadi saja, atap sengnya tidak ada dipasang, hanya lantai keramiknya saja dipasang. Sekarang ini langit menjadi atap kamar mandinya," jelas salah seorang guru yang tidak mau ditulis namanya.


Tambahnya, dahulu kamar mandinya bagus, sebaik dilakukan pengrehapan kami ingat tambah bagus, rupanya makin berantakan.


"Jadi yang menjadi masalah, anak-anak, mereka kalau menggunakan kamar mandi, harus bergantian, soalnya kamar mandi sekolah sekarang ini cuma ada satu yang bagus, lainnya tidak siap," ungkapnya.


Begitu juga ditemukan di SD Negeri 101780 Cinta Rakyat, kamar mandi yang direhab tidak ada pintu. Jadi anak-anak mau buang air kecil dan besar, tidak ada pintunya.


"Parahnya lagi, saat dihubungi pekerjanya guna mempetanyakan kondisi kamar mandi tersebut, tidak dapat dihubungi," ujar gurunya.


Terpisah, Direktur Eksekutif Lumbung Amanat Rakyat Sumatera Utara (LARaS), Firdaus Tanjung menyanyangkan tidak adanya pengawasan dari Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Deli Serdang. Sehingga para pemborong sesuka hatinya melakukan pekerjaan, ada yang belum rampung di kerjakan tapi sudah ditingakan pergi.


"Itu yang terjadi di SD Negeri 104208 Cinta Rakyat, belum siap pengerjaan kamar mandinya sudah ditinggal pergi. Kalau gak adanya dananya, jangan di jalankan program MCK itu. Program MCK yang di gaung-gaung itu termasuk program gagal," kata Firduas Tanjung tegas, sembari mengatakan, program MCK ini hanya menghambur-hamburkan uang negara.


(red)

×
Berita Terbaru Update