-->

Notification

×

Iklan

GM GRIB Jaya Asahan Mulai Mengaum, Komitmen Kontrol Kinerja Pemerintah

Selasa, 26 Mei 2026 | Mei 26, 2026 WIB Last Updated 2026-05-26T07:25:37Z
GRIB Jaya) Kabupaten Asahan mulai menunjukkan taringnya dengan mengelar aksi ujuk rasa di Kantor Bupati Asahan terkait Pungli dana bantuan UEP.

Metro7news.com|Asahan - Generasi Muda Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GM GRIB Jaya) Kabupaten Asahan mulai menunjukkan taringnya dan bersuara lantang dihadapan Pejabat Pemerintah Kabupaten Asahan. 


Hal itu ditunjukkan oleh GM GRIB Jaya Asahan saat melakukan aksi unjuk rasa terkait dugaan Pungli dana bantuan Kelompok Usaha Bersama (Kube) dan Usaha Ekonomi Produkrif (UEP) yang terjadi di Desa Pulau Rakyat Tua dan diduga dilakukan oleh oknum Dinas Sosial Kabupaten Asahan, Selasa (26/05/2026).


Ketua GM GRIB Jaya Asahan, Syafrizal Ritonga dalam orasinya menyebutkan adanya indikasi penggunaan bantuan sebagai alat politik menjelang pemilihan kepala desa serentak yang akan digelar beberapa waktu mendatang. 


Ia juga menyesalkan sikap pejabat berinisial AW, mantan Kepala Dinas Sosial yang kini menjabat sebagai Asisten III Setdakab Pemkab Asahan yang dinilai sengaja melakukan pembiaran terkait adanya pengutipan sejumlah uang kepada penerima bantuan. 


"Jangan kalian jadikan bantuan ini untuk meraup keuntungan pribadi. Bahkan ada indikasi bahwa bantuan tersebut dijadikan alat untuk meraih dukungan dalam Pilkades mendatang. Tapi kalian bilang kalian bersih dari korupsi, masak masih ada tindakan kotor seperti itu yang dibiarkan atau pura-pura tidak tau," cetusnya. 


Sejumlah masyarakat penerima bantuan kepada GM GRIB Jaya Asahan mengaku telah dimintai sejumlah uang dengan besaran berpariatif dengan alasan untuk pembayaran transportasi bantuan. 


Ironisnya, beberapa masyarakat juga mengaku jika mereka bersuara terkait dugaan Pungli dan pemerasan tersebut,  maka bantuan akan dicabut dan ditarik kembali. Intimidasi itu lah yang membuat masyarakat tidak berani melaporkan secara resmi. 


GM GRIB Jaya Asahan sebelumnya juga enggan untuk ditemui oleh Wakil Bupati, Rianto, SH., MAP.  Kordinator aksi, Hardiansyah Manik secara tegas menolak Wakil Bupati Asahan menemui dan berbicara kepada massa aksi. 


Hardiansyah menilai, pemimpin nomor satu di Asahan, yakni Bupati Taufik Zainal Abidin masih belum menunjukkan sikap perhatian ditengah mencuatnya dugaan pengutipan liar yang dilakukan oleh bawahannya.


"Maaf, kami tidak ingin ditemui jika bukan bupati yang menemui kami. Mana bupati yang sebelum pemilihan rajin bertemu masyarakat. Kenapa saat masyarakat butuh, beliau gak muncul," jerit Hardiansyah.


Dalam aksi tersebut, GM GRIB Jaya Asahan menyampaikan sejumlah tuntutan diantaranya, meminta agar aparat penegak hukum, seperti Polres dan Kejari Asahan segera mengusut tuntas oknum Pungli yang telah meresahkan masyarakat. 


Selian itu, GM GRIB Jaya Asahan juga meminta agar Bupati Asahan segera mencopot dan melakukan proses hukum terhadap oknum yang diduga terlibat Pungli maupun pemerasan. 


Masih kata Syafrizal, GM GRIB Jaya Asahan berkomitmen untuk terus melaksanakan kontrol dan pengawasan terhadap kinerja Pemerintah Kabupaten Asahan. Hal itu akan dilakukan secara konsisten guna mewujudkan masyarakat Asahan yang Religius, Sejahtera, Maju dan Berkelanjutan. 


"Kita gak akan pakai gigi mundur dalam melakukan kontrol sosial terhadap kinerja aparatur pemerintah daerah. Jika ada indikasi serta data yang valid, GM GRIB Jaya akan langsung menyorotinya," tutupnya.


(dt)

×
Berita Terbaru Update