| foto Illustrasi |
Metro7news.com, Percut Sei Tuan - Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Lumbung Amanat Rakyat Sumatera Utara (LARaS), mempertanyakan penggunaan anggaran bantuan operasional sekolah (BOS), TA 2020. Menurut lembaga tersebut, ada beberapa item yang penggunaan sangat signifikan.
“Kami melihat dari data yang ada, penggunaan anggaran BOS TA 2020, di SD Swasta Swakarya tersebut dibeberapa item sungguh signifikan. Berdasarkan itu kami akan melayangkan surat ke dinas terkait untuk membertanyakan kebenaran penggunaan anggaran tersebut,”ujar Sekretaris LSM LARaS, Ismai Chair Tanjung, SHi, kepada awak media , Rabu (22/12/21)
Masih kata Ismail, seperti penggunaan pada tahap 1, penggunaan anggaran di Langanan daya dan jasa berkisar Rp 39 juta, di tahap 2,Rp 62 juta, dan tahap 3, Rp 50 juta. Yang menjadi pertanyaan pada tahap 2 dan 3, penggunaan cukup signifikan, sementara kegiatan sekolah dikatakan terhenti di karenakan Pandemi Covid-19.
Kemudian, pembayaran honor pada tahap 1 sebesar Rp 46 juta, tahap 2, Rp 77 juta, dan pada tahap 3, Rp 62 juta. Yang herannya lagi pada tahap 3 dan 1, untuk anggaran penggunaan Pembelajaran dan ekstrakulikuler sama besarnya Rp 11 juta masing-masing, artinya pada tahap 3, kondisi Pandemi, kok ada kegiatan ekstrakurikuler. Sedangkan pada tahap 2, kegiatan ekstrakurikuler hanya Rp 2 juta saja.
“Kami juga ingin mempertanyakan beberapa item, seperti pembelian alat multi media pembelajaran pada tahap 1, sebesar Rp. 27 juta. Dan beberpa item lainnya,”tambah Ismail.
Dalam hal ini, kami berharap kepada Kepala Sekolah SD Swasta Swakarya dan Dinas Pendidikan Kabupaten Deli Serdang, harus transparan dalam menjawab apa yang kami pertanyakan. Kalau tidak ada respon dari dua instansi tersebut, dalam waktu dekat ini, kami atas nama LSM LARaS akan melayangkan surat ke beberapa instansi dan hukum, guna minta klarifikasi atas penggunaan anggaran BOS TA 2020.
Terkait permasalahan diatas ini, awak media sudah coba mendatangi kepala sekolah, namun tidak dapat ditemui. Begitu juga dengan pesan WhatsApp sesuai nomor yang diberikan, hanya dijawab salah tujuan.
"Saya bukan kepala sekolah yang dimaksud,"tulisnya singkat. (red)