-->

Notification

×

Iklan

Perang Antar Kelompok Pemuda Di Saentis, 1 Orang Tewas, 6 Luka-luka

Minggu, 26 Desember 2021 | Desember 26, 2021 WIB Last Updated 2021-12-26T09:54:54Z

 

Korban yang berinisial AS saat disemayamkan di rumah duka. (foto : istimewa)

Metro7news.com, Percut Sei Tuan – Perang antar kelompok di Desa Saentis, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, kembali terjadi, kejadian ini di picu adanya dendam pribadi, Minggu (26/12/21), sekira pukul 06.00 WIB.


Menurut informasi yang diterima awak media, kejadian perang antara dua kelompok pemuda ini di Jalan Musyawarah, Dusun VI, Desa Saentis. Atas kejadian ini 6 orang luka-luka, dan 1 orang tewas.


Sementara, menurut keterangan dari warga yang namanya tidak mau di tulis. Kejadian ini sempat dilerai oleh Kepala Desa Saentis, Asmawito, namun disayangkan Asmawito tidak dapat mengamankan senjata rakitan dari salah satu kelompok pemuda, sehingga kelompok pemuda yang menggunakan senjata rakitan tersebut melakukan penembakan secara brutal terhadap lawannya. 


“Jadi pelaku penembakan dengan leluasa melakukan penembakan terhadap lawannya, sehingga dalam kejadian tersebut menimbulkan korban. Satu orang tewas dan 6 lagi luka-luka,”jelas warga kepada awak media.


Menurut, beberapa saksi mata yang mengetahui kejadian, pelaku penembakan itu berinisial MA, penduduk setempat yang juga diyakini sebagai pemilik senjata.


Adapun korban yang meninggal berinisial AS (16), diduga terkena senjata rakitan dan 6 korban lainnya berinisial Bolang, Tejo,  Jidan, Abdila alias Bori, Erwin, dan No Keling, semua korban ini merupakan warga setempat. 


Sedangkan pihak keluarga korban meminta kepada pihak berwajib segera menangkap semua pelaku dan menghukum pelaku dengan seberat beratnya.  


Awak media sudah coba konfirmasi kepada Kepala Desa Saentis, Asmawito, melalui telepon selulernya. Namun tidak ada jawaban.


Sampai berita ini dinaikan awak media belum mendapatkan keterangan dari pihak Polsek Percut Sei Tuan.(red)


 







×
Berita Terbaru Update