![]() |
| Aksi unjuk rasa GMPM di Dinas PUPR Kabupaten Madina, Kamis (03/08/23). |
Metro7News.com|Madina - Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Mandailing Natal (GMPM) menduga kuat Dinas Pekerjaan Umum dan Penata Ruang (PUPR) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) telah salah kelola sehingga banyak kegiatan proyek fisik yang mangkrak di bawah Dinas PUPR Madina, sehingga pantas Plt Kadis PUPR di copot dan di proses hukum.
Banyaknya proyek yang diduga bermasalah di lingkungan Dinas PUPR Madina membuat GMPM terpanggil untuk melakukan sosial kontrol sehingga melakukan aksi demonstrasi damai di depan Kantor Dinas PUPR Kabupaten Mandailing Natal, Kamis (03/08/23).
Dalam orasi yang disampaikan koordinator aksi, Alfarizi Nasution meminta Bupati Mandailing Natal, H M Jafar Sukhairi Nasution untuk segera mencopot Plt Kepala Dinas PUPR Madina, Elvi Yanti Harahap, dan menyerahkannya ke Aparat Penegak Hukum untuk diperiksa atas dugaan perkara yang mengakibatkan kerugian uang Negara akibat sejumlah proyek fisik yang mangkrak.
GMPM juga menduga telah ada jual beli dan intervensi dalam proses lelang tender proyek fisik di lingkungan Dinas PUPR, sehingga sejumlah proyek fisik mengalami kegagalan dampak dari kontraktor yang dipaksakan untuk menang tender.
Saat berorasi, Ahmad Hidayat Batubara selaku Ketua GMPM meminta Kejaksaan Negeri Mandailing Natal untuk mengusut tuntas proyek-proyek fisik yang bermasalah di lingkungan Dinas PUPR Madina, demi tegaknya hukum di Bumi Gordang Sambilan ini.
Kedatangan Mahasiswa yang melakukan unjuk rasa tergabung dalam GMPM tidak berhasil menemui Plt Kadis PUPR Madina, berhubung sedang menjalankan tugas luar. Selanjutnya GMPM hanya dapat bertemu dengan Sekretaris Dinas PUPR, Harisa Nasution yang bertugas sebagai pelaksana harian (Plh) Kadis PUPR Madina.
Kepada GMPM, Plh Kadis PUPR Madina, Harisa Nasution mengatakan, akan segera menyampaikan tuntutan Mahasiswa ke Plt Kadis PUPR.
"Plt Kadis PUPR saat ini sedang menjalankan tugas di luar Kota, tuntutan ini saya terima dan akan dilanjutkan ke Plt Kadis PUPR sesegeranya," ungkap Sekertaris Dinas PUPR Kabupaten Mandailing Natal.
(Syawal)
